Islamic Widget

Kamis, 06 Januari 2011

Sehat Itu BERHARGA

Baru pertama kali ini gw merasakan full check up body. Padahal check up itu hanya untuk menjadi syarat masuk dan diterima menjadi wartawan,tepatnya untuk menjadi wartawan di Kelompok Kompas Gramedia (KKG).

Sebelumnya, gw juga disuruh puasa makan selama 10 sampai 12 jam sebelum check up dilakukan, tapi hanya boleh minum air putih. Sampai sekarang pun gw juga belum menemukan alasan puasa sebelum check up.

Check up pertama dimulai dengan pendaftaran di gedung uji kesehatan lantai 2 di RS Saint Carolus Jakarta Pusat. Meski disuruh datang pukul 7.30 wib, gw ternyata bangun telat karena..ya tahu sendiri lah,wartawan suka insomnia! Dan gw baru bangun jam8 lebih. Alhasil, meski letak rumah sakit itu tak lebih dari 500 meter dari kosan gw, ternyata sampai di sana sudah pukul 9.

"Kok baru jam segini?," tanya resepsionis itu galak.

Langsung dia memproses surat pengantar dari kantor dan gw langsung disodorin botol kecil dan plastik. "Langsung ke toilet, masukin urine ke sini (botol itu)," suruhnya.

Busyettt..gw kan baru mandi sejam tadi dan itu biasanya sudah sama kencingnya. Gw itu paling susah kencing kalau dipaksa. Fiuhhh..dalam toilet pun aku bingung harus bagaimana karena gw juga tidak berhasrat untuk kencing.Tapi, dengan cara sederhana (off the record), gw berhasil mengeluarkan dan mengisi seperempat botol tersebut. Isinya merah kejinggaan dan untungnya tidak berbau. Itupun karena semalam gw banyak minum teh manis. Minuman favorit sih..

Lalu, tes dilanjutkan dengan ambil darah di lantai 1. Sebelnya, gw harus balik lagi ke tempat tersebut setelah sarapan dan harus menunggu dua jam kemudian. Aduuuhhh..padahal gw harus liputan jam 11 di Pondok Indah Golf. Untuk menjangkau tempat tersebut biasa memerlukan waktu satu jam-an.

Ternyata maksud pengambilan darah lagi setelah dua jam ini dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah pasien. Dan itu baru diketahui setelah makan. Untungnya habis itu gw dikasih makan, walau hanya 6 iris roti dengan selai dan seres, plus teh manis lagi.

Lepas dari situ gw harus check up jantung dengan sederet kabel yang ditancapkan ke badan dan kaki gw. Hal itu dilakukan untuk mengecek detak jantung pasien baik di area jantung hingga kaki.

Tak hanya itu, pemeriksaan berlanjut ke bagian THT. Di sini gw dites pendengarannya dengan alat semacam senter kecil di telinga dan ada suara 3 kali. Besar,sedang dan kecil. Untungnya gw masih denger. Lalu disuruh menutup satu mata dan membaca abjad di tembok. Untungnya gw tidak rabun. Langsung gw diperiksa berat dan tinggi badan. Di sini gw girang karena selama ini tinggi badan gw bertambah 1 cm menjadi 173 cm dan berat badan gw naik 5 kg menjadi 60 kg. Padahal 6 bulan lalu berat badan gw masih 55 kg. Ngejar proporsional nih...

Abis itu pemeriksaan ke bagian badan. Di sini kita harus telanjang (tapi masih pake CD) dan memakai baju khas dokter (khas orang sakit itu). Di sini diperiksa mulai dati mata, telinga, hidung, mulut, detak jantung, nadi, perut hingga kaki. Untungnya tidak dipegang bagian sensitifnya....hahaha (untung aja dokter yang meriksa itu cowok)

Setelah itu ada pemeriksaan Rontxgen di bagian radiologi. Di sini kita juga harus bertelanjang dada dan harus berduaan dengan si pemeriksa itu. Parahnya ini dengan dokter cewek..Itu pun sama seperti di pemeriksaan jantung. Bedanya di sini dengan berbaring, sementara periksa rontxgen-nya dengan berdiri.

Habislah penderitaan..tinggal nunggu hampir satu setengah jam kemudian untuk ambil darah di ujung jari. Pas gw ambil darah terakhir, kirain akan menunggu lama. Ternyata hanya butuh waktu kurang dari 30 detik. Itupun yang lama hanya mempersiapkan jarum suntik dan mengetahui kadar gula darahnya. Hasilnya,kadar gula darah gw 77 dan itu normal.

DONE! Tinggal tunggu hasil resminya keesokan harinya...
semoga aja hasilnya baik dan tidak ada penyakit aneh-aneh. Sehat itu BERHARGA men!!

Tidak ada komentar: